Beranda » Uncategorized » Macam-Macam Vulnus (Luka) Dan Penangananya

Macam-Macam Vulnus (Luka) Dan Penangananya

T Diposting oleh pada 7 July 2009
F Kategori
b Comments Off on Macam-Macam Vulnus (Luka) Dan Penangananya
@ Dilihat 20 kali

Defenisi

Vulnus (luka) yaitu kerusakan, robek, atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis, termis, atau kimiawi dengan atau tanpa disertai perdarahan. 

Vulnus (luka terbuka) sering terjadi pada kuda lantaran kuda mempunyai kegiatan motorik yang tinggi apalagi bila berada pada lingkungan sangkar yang tidak terawat dengan baik.

Vulnus biasanya disebabkan oleh syok benda tajam (paku, sisa pohon, kawat pagar dan sebagainya) atau benda tumpul (batu, batang pohon, tali pelana dan sebagainya). 

Vulnus sanggup dibedakan menurut penyebabnya antara lain: saddle druck (luka dipunggung akhir pemasangan pelana yang tidak sempurna), strackle (luka di belahan medial kaki), vulnus punctio (luka akhir tusukan benda tajam), vulnus serrativa (luka akhir gesekan kawat), vulnus incisiva (luka akhir tusukan benda tajam), vulnus traumatica (luka akhir hantaman benda tajam).

Luka yaitu rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. 

Ketika luka timbul, beberapa dampak akan muncul : hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ, respon stres simpatis, perdarahan dan pembekuan darah, kontaminasi bakteri, kematian sel.

Luka akhir benda tajam, yaitu putusnya atau rusaknya continuitas jaringan lantaran syok akhir alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing. Ciri luka akhir benda tajam yaitu : tepi luka rata, sudut luka tajam, rambut/bulu ikut terpotong, jembatan jaringan, memar/lecet di sekitarnya. 

Untuk mengidentifikasi luka hendaknya ditentukan :

  1. lokalisasi : ordinat, absis, ukuran, jumlah luka, bentuk luka, benda asing, terjadinya intravital/post mortal, luka tersebut menimbulkan kematian/tidak,
  2. cara insiden luka: kecelakaan/ bunuh diri / pembunuhan. Macam luka akhir benda tajam : luka Iris (Incisied Wound), luka tusuk (stab wound),  luka bacok (Chop Wound).

Luka akhir benda atau alat yang berat dengan mata tajam atau agak tumpul yang terjadi dengan suatu ayunan disertai tenaga yang cukup besar. 

Ciri luka bacok : luka biasanya besar, pinggir luka rata, sudut luka tajam, hampir selalu menjadikan kerusakan pada tulang, sanggup memutuskan belahan badan yang terkena tusukan dan adakala pada tepi luka terdapat memar, aberasi.
Gejala yang tampak di lapang berupa robeknya sebagian kulit, pengerasan tempat sekitar kulit dan kadang berbau busuk dan eksudat di tempat vulnus menjadi mukopurulen bila telah berlangsung lama. 

Eksudat di tempat vulnus yang telah mukopurulen merupakan indikasi telah terjadi infeksi sekunder dari basil lingkungan yang menghasilkan nanah, contohnya Streptococcus dan Stahpylococcus. Gejala-gejala yang muncul bila tidak segera ditangani sanggup memicu terjadinya miasis.

Penjahitan luka yaitu suatu tindakan untuk mendekatkan tepi luka dengan benang hingga sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis.

Mekanisme Terjadinya Luka

Luka insisi (Incised Vulnus), terjadi lantaran teriris oleh instrumen yang tajam. Misalnya yang terjadi akhir pembedahan. 

Luka higienis (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura sehabis seluruh pembuluh darah yang luka diikat (ligasi). Luka memar (Contusion Vulnus), terjadi akhir benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak. 

Luka lecet (Abraded Vulnus), terjadi akhir kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam. Luka tusuk (Punctured Vulnus), terjadi akhir adanya benda, menyerupai peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil. 

Luka gores (Lacerated Vulnus), terjadi akhir benda yang tajam menyerupai oleh beling atau oleh kawat. Luka tembus (Penetrating Vulnus), yaitu luka yang menembus organ badan biasanya pada belahan awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada belahan ujung biasanya lukanya akan melebar.

Jenis-Jenis Luka

 Luka sering digambarkan menurut bagaimana cara terjadinya luka dan tingkat keparahan luka. Luka di bagi menjadi 2 jenis, yakni :

1.  Luka Tertutup (vulnus occlusum).

Luka ini yaitu luka dimana kulit pasien tetap utuh dan tidak ada hubungan antara jaringan dibawah kulit dengan dunia luar, jadi kerusakan diakibatkan syok benda tumpul. Luka tertutup diantaranya, yaitu :

  • Contusio (vulnus confusion), dimana kerusakan jaringan dibawah kulit dari luar hanya tampak sebagian benjolan.
  • Hematoma, dimana kerusakan jaringan di bawah kulit disertai perdarahan sehingga dari luar tampak kebiruan.
  • Luka lecet (vulnus abrasi), dimana yang rusak hanya belahan superfisial kulit atau tidak seluruh tebal kulit.
  • Bulla (lepuh) hanya terjadi dibawah kulit epidermis sehingga timbul ruangan berisi cairan. Kasusnya pada luka bakar
  • Dislokasi
  • Fraktur tertutup
  • Lacerasi organ interna contohnya pada hati dan limpa

2.  Luka terbuka (vunus aprtum)

Jenis luka ini yaitu luka dimana kulit atau jaringan dibawah kulit mengalami kerusakan. Penyebab luka ini yaitu lantaran terkena benda tajam, tembakan, dan benturan keras dari benda tumpul pada kecelakaan kemudian lintas. Macam-macam luka terbuka, yaitu :

  • Luka gigitan (vulnus marsum). Luka ini biasanya ditimbulkan akhir gigitan binatang menyerupai anjing, kucing, harimau, beruang, ular.
  • Luka tajam (vulnus scissum), Luka berupa garis yang tidak teratur dan jaringan kulit disekitar luka ikut mengalami kerusakan, atau disebabkan oleh alat tajam menyerupai pisau atau kaca.
  • Luka tusuk tajam (vulnus traumaticus). Luka robek ini biasanya merupakan luka yang disebabkan oleh benda tajam, verbal luka lebih sempit dibandingkan ukuran dalamnya. Tepi luka biasanya ikut terdorong masuk kedalam luka,misalnya tusukan pisau dan menginjak paku.
  • Luka penetrasi (vulnus penetratum), merupakan luka yang sanggup menembus rongga badan menyerupai peritonium dan pleura, luka ini menembus rongga paru-paru, dengan demikian udara akan masuk kedalam paru-paru hasilnya paru-paru pada sisi yang luka akan collaps atau mengempis. Penderita akan nampak kesakitan dikala bernafas, gerakan iga pada sisi yang luka menjadi kurang dan mendadak merasa sesak.
  • Fraktur terbuka
  • Luka avulsi (vulnus avulsum), merupaka luka yang terjadi diserta dengan lepasnya sebagian atau seluruh jaringan menyerupai indera pendengaran yang lepas, operasi pada pengangkatan tumor dimana jaringan yang sehat juga ikut terangkat.
  • Luka tumpul, merupakan luka akhir benda tumpul, menyerupai luka tembak (vulnus sclopetum

Persiapan Operasi

Terdapat banyak hal yang perlu dilakukan atau dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan pembedahan atau operasi, yang mencakup desinfeksi dan  sterilisasi terhadap peralatan-peralatan yang  digunakan dalam operasi, tindakan operasi itu sendiri dan perawatan binatang yang  masuk  dalam  tindakan  post operasi.  

Selain  sterilisasi  dan desinfeksi  peralatan  operasi,  status  hewan  seperti  sejarah  penyakit, anamnese dan status present harus dilakukan untuk sanggup mendiagnosa penyakit. Selanjutnya dilakukan tindakan bedah dan perlu juga  mempertimbangkan  anastesi  yang diberikan sebelum operasi.

Teknik operasi

Tekhnik operasi luka tertutup : Hematoma

Sebelum melaksanakan tindakan operasi Hewan di baringkan pada posisi dorsal recumbency dan di beri anestesi lokal. Tepi hematoma di incisi dan dibersihkan memakai tampon yang telah diberi antiseptic (iodine). 

Luka yang telah dibersihkan ditutup tanpa memakai penjahitan tetapi dengan memakai steples khusus. Penggunaan steples ini bertujuan biar  penutupan kulit luka tidak mengenai jaringan subcutan yang berada disekitar luka. Penutupan luka menyerupai ini juga dimaksudkan untuk mencegah pembendungan cairan (pembentukan seroma).

 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Pada kulit anjing terdapat hematoma yang merupakan salah satu jenis luka tertutup, dimana kerusakan jaringan di bawah kulit disertai perdarahan.
 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Terlihat adanya akumulasi darah.
 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Penutupan luka dengan memakai steples khusus.

Pasca Operasi :

Perawatan pasca operasi sanggup diberikan obat-obatan berupa antibiotik dan analgesik. Melakukan pembalutan luka operasi dan dikontrol kebersihannya.

Teknik Operasi Luka Terbuka

A.  Luka gigitan: Pada ular Phyton reticulatus (Puspo Kajang)

Pasien dianastesi dengan anastesi umum, kemudian baringkan pada posisinya. Lalu luka dibersihkan memakai NaCl fisiologis, antiseptik, antibiotik (nebasetin powder) kemudian dijahit dengan rujukan terputus sederhana dengan memakai benang silk.

Pasca Operasi :

Perawatan pasca operasi sanggup diberikan obat-obatan berupa injeksi antibotik Duphapen 1cc, vitamin injectavit 1 cc, analgesik antrain 1cc via IM. Melakukan pembalutan luka operasi dan dikontrol kebersihannya.

B.  Luka Terbuka : Pada anjing betina Greyhound.

Pasien diananstesi dengan anastesi umum, kemudian dibaringkan pada posisi lateral recumbency. Luka pada badan pasien dibersihkan dengan memakai larutan NaCl fisiologis. Setelah dibersihkan dilakukan identifikasi belahan kulit yang akan dielevasi dan ditransposisi. 

Kulit diinsisi pada belahan lateral dan medial dimulai dari belahan proksimal elbow. Kulit belahan lateral dielevasikan dan ditransposisikan ke belahan cranial luka. Lalu dilakukan pertautan kulit memakai benang 4/0 monofilament nylon dengan rujukan jahitan simple interrupted.



 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Gambar a dan b menunjukkan penentuan posisi insisi dan banyaknya kulit yang sanggup dielavasi dan ditransposisi.
 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Anjing Greyhound betina berumur 10 tahun, dengan luka terbuka selebar 20cm.

 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Insisi lateral dan medial dimulai dari belahan proximal elbow.
 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Ilustrasi insisi : a).  Insisi lateral dan medial.  b).  Elevasi dan transposisis  insisi lateral ke arah cranial luka. c). Kulit disatukan.


 atau pemisahan jaringan pada kulit yang disebabkan lantaran syok mekanis Macam-Macam Vulnus (luka) dan Penangananya
Hasil simpulan operasi

Pasca Operasi

Perawatan pasca operasi sanggup di berikan obat-obatan menyerupai obat analgesic 3 μg/kg/hr, obat antiinflamasi carprofen 2.2 mg/kg diberikan 2 hari sekali selama 5 hari.  Dijaga kebersihannya, dan jahitan sanggup dibuka sehabis 10 hari post operasi.

Referensi :

Sudisma Ngurah,dkk. 2006. Ilmu Bedah Veteriner dan Teknik Operasi. Universitas Udayana. Denpasar.

Komentar dinonaktifkan: Macam-Macam Vulnus (Luka) Dan Penangananya

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait Macam-Macam Vulnus (Luka) Dan Penangananya

Cara Sempurna Beternak/Breeding Burung Pleci

Cara Sempurna Beternak/Breeding Burung Pleci

T 10 May 2009 F A admin

Tahapan dalam Beternak/Breeding Pleci. Burung Pleci Satu Pasang Tahap Pertama Memilih dan mempersiapkan calon indukan.Sebelum menentukan calon indukan ada baiknya kita mengetahui perbedaan antara jantan dan betina,selama ini patokan yg saya gunakan utk membedakan jenis kelamin jantan dan betina pada... Selengkapnya

Cara Membedakan Anis Merah Jantan Dan Betina Dikala Masih Trotol

Cara Membedakan Anis Merah Jantan Dan Betina Dikala Masih Trotol

T 22 June 2009 F A admin

Burung Anis Merah yakni salah satu jenis burung kicau yang cukup terkenal di indera pendengaran kicau mania, khususnya di Indonesia. Anis Merah mempunyai nama lain menyerupai Anis atau punglor Merah juga disebut punglor Bata pemakan cacing. Nama ilmiah dari anis... Selengkapnya

Pola Rawatan Yang Sempurna Untuk Burung Gereja Biar Cepat Nyecret Gacor

Pola Rawatan Yang Sempurna Untuk Burung Gereja Biar Cepat Nyecret Gacor

T 7 May 2009 F A admin

Burung andalan para kicau mania untuk memaster burung gacoan dikarenakan burung gereja mempunyai ocehan yang menyecret rapat panjang, dan bahkan yang sudah  mapan bakal gacor seharian tanpa mengenal waktu. Namun hal tersebut harus diimbangi dengan teladan rawatan yang tepat. Jika... Selengkapnya

+ SIDEBAR