Beranda » Uncategorized » Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya

Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya

T Diposting oleh pada 13 June 2009
F Kategori
b Comments Off on Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya
@ Dilihat 3 kali
Jalak suren jawa (Gracupica contra jalla) merupakan salah satu dari lima ras /  subspesies jalak suren yang ada di dunia. Istilah jalak suren jawa dipakai para kicaumania untuk membedakannya dari jalak suren kalimantan. Jalak suren jawa bahwasanya tidak hanya dijumpai di Jawa, tetapi juga di Sumatera dan Bali. Inilah salah satu jenis burung yang sudah banyak dibudidayakan atau ditangkarkan manusia. Sebagian besar jalak suren jawa yang ada di pasaran yaitu hasil penangkaran, dan sanggup dijadikan contoh betapa lebih nyaman untuk memanfaatkan burung tangkaran.
subspesies jalak suren yang ada di dunia  Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya
Jalak Suren Jawa
Perlu diketahui, jalak suren dulu dimasukkan ke dalam genus Sturnus. Makanya, jangan heran kalau hingga kini beberapa web lokal dan mancanegara yang masih menggunakan nama Sturnus contra untuk jalak suren. Namun, menurut hasil studi terbaru, penggolongan jalak suren ke dalam genus Sturnus tidak mempunyai landasan  kuat, sehingga jalak suren dikembalikan ke dalam genus yang lebih tua, yaitu Gracupica, dengan nama spesies Gracupica contra.
Seperti dijelaskan sebelumnya, ada lima ras / subspesies jalak suren di seluruh dunia, dan semuanya berada di Asia, yaitu :
  1. Gracupica contra contra (Linnaeus, 1758) : habitat di wilayah timur Pakistan (Lahore), wilayah tengah India (Assam, Karnataka, Andhra Pradesh), serta wilayah selatan Nepal dan Bangladesh. Ciri ras ini, warna bulu di belahan kepala hitam, bercak di tempat pipi melebar hingga ke sisi tengkuk.
  2. Gracupica contra sordida (Ripley, 1950): habitat di wilayah timurLaut India (dari Sadiya ke Tirap dan Bukit Naga). Ciri ras ini menyerupai contra, namun belahan bahu dan tengkuknya tidak terlalu bergaris-garis.
  3. Gracupica contra superciliaris (Blyth, 1863): habitat di wilayah timurLaut India (Manipur), wilayah timur Myanmar, dan wilayah baratdaya China (daerah Yunnan). Ciri khasnya yaitu mempunyai bulu  putih di belahan kepalanya, yang membentang hingga ke atas mata.
  4. Gracupica contra floweri (Sharpe, 1897): habitat di Thailand, wilayah baratlaut Laos, dan Kamboja. Cirinya menyerupai dengan ras superciliaris, tetapi bulu putih di atas kepala lebih lebih banyak.
  5. Gracupica contra jalla (Horsfield, 1821): habitat di Sumatra, Jawa, dan Bali. Ciri khasnya yaitu bilu di atas kepala berwarna hitam, tempat sekitar mata dikelilingi warna oranye lebih luas daripada ras lainnya. Sebaliknya, bercak putih di tempat pipi relatif sempit dibandingkan ras lainnya.
Selama ini, istilah jalak suren jawa dimunculkan sebagai pembeda dari jalak suren kalimantan yang mempunyai ciri khas menyerupai jalak suren ras floweri detail artikel jalak suren kalimantan klik DISINI. Jalak suren jawa juga diyakini mempunyai bunyi lebih anggun daripada jalak suren kalimantan, dan harganya juga lebih mahal.

Sebagian lagi sengaja memeliharanya untuk dijadikan kelangenan, terutama kicaumania senior yang semenjak dulu menggemari burung ini. Dan, ada satu lagi manfaat jalak suren yang tak dimiliki jenis burung lainnya, yaitu bisa menjadi “alarm anti-maling”. Jika ada orang yang tiba ke rumah, burung ini akan mengeluarkan kicauannya yang kencang dan bervariasi. Apabila orang itu ternyata maling, dan tiba pada malam hari, secara refleks ia akan lari. Kalau pun tidak lari, Anda pun niscaya akan berdiri mendengar jalak suren bunyi malam hari.

Melihat banyak sekali kelebihannya itulah, banyak penangkar jalak suren hingga kini tetap eksis alasannya ajakan yang terus meningkat. Di Klaten ada beberapa desa yang menjadi pusat jalak suren, dan itu sudah berjalan hampir seperempat abad. Ini memperlihatkan jalak suren masih banyak peminatnya. Sebaliknya, penggemar burung pun berlomba-lomba mencarinya di pasar burung maupun tiba pribadi ke rumah penangkar.

Perawatan  jalak suren trotolan

Tidak sedikit kicaumania yang tertarik dengan jalak suren jawa yang masih anakan, dengan impian jikalau sudah remaja akan jinak, punya banyak isian dan tentu saja bisa bicara. Sebelumnya, pastikan burung yang akan dibeli jantan, meski betina juga bisa berkicau keras, tapi  variasi dan gayanya sangat terbatas.

Membedakan jenis kelamin jalak suren ketika trotolan memang tidak mudah, alasannya penampilan fisiknya hampir sama, baik warna, bentuk, dan ukuran tubuhnya. Namun ada beberapa sifat yang bisa menjadi contoh dalam menentukan burung jantan sewaktu berada di dalam sangkar ombyokan.

Berikut ini cara menentukan trotolan jalak suren jawa dalam sangkar ombyokan:

  • Burung jantan akan berdiri lebih tegak daripada betina. Perhatikan jikalau salah satu burung di sangkar ombyokan terlihat berdiri lebih tegak, maka itulah yang diambil.
  • Burung jantan mempunyai belahan dada yang memanjang hingga ke belahan vent (kloaka). Sedangkan belahan dada betina hanya sebatas perut. Ini hanya bisa terlihat sesekali ketika burung membusungkan dadanya dan sedang duduk bertengger dengan santai.
  • Bentuk kepala burung jantan lebih lonjong dan ukurannya sedikit lebih besar daripada betina. Sedangkan kepala betina cenderung bundar dan ukurannya sedikit lebih kecil.
  • Burung jantan, meski masih trotolan, lebih garang daripada betina. Ketika Anda memperlihatkan pakan, biasanya burung akan pribadi menghampiri dengan sifat agresifnya, dan tidak jarang berupaya menyingkirkan burung lain yang menghalanginya, baik dengan cara menabrak atau menginjaknya.

Jika jalak suren jawa sudah dewasa, sexing sedikit lebih mudah, alasannya warna putih pada burung jantan akan terlihat lebih higienis daripada betina. Warna hitamnya juga lebih mengkilap. Postur tubuhnya juga lebih lonjong dan berdiri lebih tegap. Sebaliknya, burung betina lebih membulat bentuknya.


Pemberian pakan jalak suren trotolan

alam edisi sebelumnya sudah pernah dikupas duduk masalah perawatan piyik / anakan burung, yang juga bisa diterapkan dalam perawatan trotolan jalak suren jawa. Tetapi metode tersebut masih harus ditambah dengan pakan buah-buahan, semoga sesudah remaja jalak suren jawa terbiasa dan menyukai buah menyerupai pisang dan sejenisnya. Sebab tidak sedikit JS mania yang mengeluh burungnya tidak mau makan buah, baik pisang, pepaya, maupun jenis buah lainnya.

Jadi, semenjak masih trotolan, berikan pisang kepok, pisang batu, pepaya, dan buah lainnya kepada jalak suren, semoga kelak rajin berbunyi. Buah yang akan diberikan kepada trotolan bisa dikupas dulu kulitnya.

Serangga menyerupai jangkrik diberikan setiap 1-2 jam sekali dengan porsi pertolongan cukup 1-2 ekor saja. Ingat, sebelum diberikan, belahan kepala dan kaki-kaki jangkrik harus dibuang.

Setelah burung terlihat kekenyangan atau tidak merengek-rengek lagi minta makanan, pemasteran bisa dilakukan, baik menggunakan bunyi burung orisinil maupun dari file audio. Jika menggunakan burung asli, gantung sangkarnya di erat trotolan jalak suren jawa. Apabila menggunakan file audio, bisa diputarkan melalui perangkat mp3 player atau HP dengan volume sedang namun masih terdengar terang oleh burung.

Setelah berumur 4 – 5 bulan, burung akan mengalami mabung pertamanya, yaitu pergantian bulu trotol ke burung dewasa. Dalam hal ini, warna cokelat pada tubuhnya akan bermetamorfosis kehitaman, Pada burung jantan, warna hitam di belahan belakang kepala hingga punggung akan terlihat sangat gelap dan berkilauan, sementara pada betina terlihat kusam.

Setelah umur 8 bulan lebih, jalak suren akan bisa menyuarakan apa yang pernah didengarnya ketika masih trotolan. Nah, pada usia inilah jalak suren sudah mencapai umur remaja kelamin. Hal ini bisa dilihat dari warna kloakanya, di mana burung jantan akan berwarna kebiruan sementara betina cenderung kemerahan.

Perawatan harian semoga cepat gacor atau rajin bunyi.

Beberapa teman kicaumania mengeluh, jalak surennya tidak rajin bunyi atau biasa-biasa saja. Padahal burung jalak identik dengan kecerewetannya. Untuk mengatasi duduk masalah tersebut, Anda bisa lihat lagi perawatan harian yang diberikan selama ini. Apakah ada kesalahan atau kekurangan, menyerupai mand -jemur yang jarang dilakukan, kualitas dan kuantitas pakan yang rendah, extra fooding (EF) yang diberikan menyerupai serangga dan buah.

Kondisi fisik burung yang lemah dan kurang fit yang ditandati dengan seringnya burung berbagi bulu-bulunya juga bisa mempengaruhi kinerja atau kegacorannya. Pemberian vitamin yang sempurna dan cocok sanggup meningkatkan kondisi fisik burung, sekaligus memperbaiki kinerja burung.

Berikut ini perawatan harian yang bisa diterapkan semoga jalak suren yang semula kurang rajin bunyi bisa menjadi rajin berbunyi / gacor.

  • Berikan 1 sendok teh kroto dua kali dalam seminggu. Biasakan memberinya di waktu pagi hari.
  • Jangkrik diberikan setiap hari, dengan porsi 3 ekor pada pagi dan 5 ekor pada sore hari.
  • Voer yang bisa diberikan kepada jalak suren beragam, tergantung kebiasannya. Ada yang lebih bahagia memperlihatkan voer berwarna hijau, tetapi ada juga yang setiap hari memperlihatkan pelet lele (voer untuk lele). Keduanya sama baiknya.
  • Pisang harus diberikan setiap hari, Jika burung tidak menyukai pisang, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membiasakannya mau makan pisang. Misalnya, berikan pisang kerikil yang dicacah dengan cara ditusuk-tusuk menggunakan lidi, sehingga berkesan menyerupai pisang yang gres saja dimakan burung lain. Biasanya burung akan memakan buah yang bekas dimakan burung lainnya.
  • Pada pagi hari, berikan ulat sangkar sebanyak satu cepuk yang diberikan dalam wadah terpisah.
  • Pola mandi dan jemur menyerupai biasanya.
  • Biasakan burung mengkonsumsi vitamin, untuk memastikan kesehatannya. 
Dengan perawatan yang rutin dan konsisten, jalak suren jawa akan lebih rajin berbunyi. Bilamana dirawat dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, bukan mustahil jalak suren Anda berpotensi menjadi “alarm rumah”.

Tetap jadikan ilham Kicau Mania Indonesia.

Tags:

Komentar dinonaktifkan: Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait Mengenal Jalak Suren Jawa Dan Cara Perawatannya

Tips Jitu Mengetahui Umur Parkit Dari Fisiknya

Tips Jitu Mengetahui Umur Parkit Dari Fisiknya

T 4 June 2009 F A admin

Beternak burung parkit penuh proses usaha dan sering kali percobaan hingga sanggup benar-benar mengerti cara ternak parkit yang benar. Proses yang dimulai semenjak pemilihan indukan burung parkit yang bagus untuk mendapat bayi parkit yang bagus juga. Karena tidak semua parkit ... Selengkapnya

Cara Merawat Serta Meloloh Anakan Burung Kutilang

Cara Merawat Serta Meloloh Anakan Burung Kutilang

T 22 April 2009 F A admin

Berikut ialah bagaimana cara merawat serta meloloh anakan Burung Kutilang, pengalaman dari Pecinta burung kutilang yang sudah berpengalaman merawat burung keluarga cucak ini. Langsung saja di bawah ini, Alat & Bahan: Pur ayam (halus) Sedotan aqua/lidi. Wadah (cepuk) makan/minum. Cara... Selengkapnya

Mengenal Burung Nuri Kepala Hitam Dan Perawatannya

Mengenal Burung Nuri Kepala Hitam Dan Perawatannya

T 6 June 2009 F A admin

Perawatan nuri kepala hitam kian terkenal hingga dikala ini. Memang burung nuri merupakan jenis burung yang langka dikala ini. Meski begitu, ada oknum yang menjual burung anakan nuri kepala hitam ini. Maka harga nuri kepala hitam pun sangat mahal. Jenis... Selengkapnya

+ SIDEBAR