Beranda » Uncategorized » Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

T Diposting oleh pada 28 May 2009
F Kategori
b Comments Off on Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat
@ Dilihat 3 kali
Kucing hewan mamalia yang menggemaskan, gampang di pelihara dan tidak sulit untuk di kembang biakkan. Dalam proses mengawinkan kucing atau istilah lainnya breeding atau mating memang terkesan rumit, tetapi sesungguhnya kalau dicermati dengan baik maka akan terasa mudah. Yang paling penting yaitu perhatikan kondisi kesehatan dan masa birahi kucing. Kucing yang sedang birahi belum tentu mau kawin. Banyak faktor yang mensugesti hal itu diantaranya mungkin faktor ketidak tertarikan kucing anda terhadap pasangan yang anda siapkan.
 Kucing hewan mamalia yang menggemaskan Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat
Cara Mengawinkan Kucing
Sebelum mengawinkan kucing anda, ada baiknya kita membahas hal-hal di bawah ini :

Pra Perkawinan
Sebelum mengawinkan, lakukan investigasi terutama pada kucing betina. Yang harus diberikan diantaranya vaksinasi yang bertujuan semoga anak yang dilahirkan sanggup mendapat nutrisi yang baik dari induk yang bebas penyakit. Diharapkan anak yang dilahirkannya nanti berperawakan gemuk, berbulu tebal, bebas dari bakteri, virus dan sehat.
Ditambah proteksi obat cacing yang bertujuan semoga anak kucing nanti terhindar dari penyakit cacingan. Sebelum dikawinkan, anda semestinya sudah yakin dengan kondisi kesehatannya. Hal ini semoga proses perkawianan dan persalinan lancar serta anak yang dilahirkan tidak mengalami duduk kasus jawaban tertular penyakit dari induknya. Sedangkan kucing jantan hanya diperiksa ibarat biasanya atau general checkup.

Masa Birahi
Kenalilah masa birahi kucing anda. Ciri khas dari kucing betina yang sedang birahi antara lain akan memproduksi bunyi yang  berat dan keras. Perilakunya juga semakin galak meskipun porsi makannya akan berkurang.
Hindarilah mengawinkan kucing betina anda bila usianya dibawah satu tahun. Pertama kali mencicipi birahi biasanya ketika berumur sekitar tujuh atau delapan bulan. Masa birahi ini dirasakan kucing betina selama sekitar tujuh hingga sepuluh hari. Siklus birahi akan berulang sesudah satu, dua hingga tiga bulan.
Periksakan juga kesehatan rahimnya untuk menghindari pyometra yakni jenis infeksi uterus yang disebabkan oleh perubahan hormonal dan struktur pada dinding rahim. Ditambah juga diakibatkan oleh hormon progesteron yang menghasilkan lendir sehingga menutup leher rahim si kucing.  Hal ini sanggup menjadikan tumbuhnya kuman e-coli yang bermigrasi dari kemaluannya ke dalam rahim sehingga menimbulkan penundaan proses perkawinan hingga beberapa kali.
Sementara itu, kalau anda mempunyai kucing jantan, tanda masa birahinya terlihat dari produksi bunyi yang lebih berat. Selain itu ia juga jadi lebih suka mengeong dan sangat bernafsu terhadap kucing betina.
Proses Perkawinan
Inilah cara mengawinkan kucing :

  1. Sebagai permulaan, pertemukan kucing jantan dan betina di suatu ruangan yang terdapat beberapa kamar semoga mereka sanggup leluasa berkenalan dan beristirahat. Jika mereka memang tertarik satu sama lain, mereka akan kawin lebih dari sekali dalam sehari. Jangan khawatir kalau menempatkan mereka ibarat ini lantaran mereka akan melepaskan lelah sendiri tanpa harus dipisahkan.
  2. Jika tidak ada hambatan berarti, maka proses perkawinan sanggup berlangsung dan biasanya berjalan secara natural. Proses kawinnya dimulai dengan si pejantan mendekati betina kemudian menciumi (maaf) kemaluan betina sambil mulai beranjak ke atas punggung betina sambil menggigit tengkuk betinanya. Saat berlangsung penetrasi, biasanya betina mengerang keras kemudian berguling sambil menjilati kemaluannya.
  3. Ada kalanya beberapa hambatan dihadapi kucing yang sedang kawin ibarat salah posisi ibarat pinggul tidak diangkat, miring dan terlentang. Apabila hal ini terjadi maka anda sanggup membantunya dengan memegang betina pada posisi yang benar.
  4. Keberhasilan proses perkawinan ini tergantung pada keinginan, kesanggupan, pengalaman, dan ketangguhan pejantan menghadapi betina. Proses selanjutnya akan berlangsung dua hari lebih kemudian pejantan dan betina sanggup dipisahkan.
  5. Sebaiknya proses mating dilakukan tiga kali atau lebih per hari dalam jangka waktu dua hingga tiga hari berturut turut, sesudah itu pisahkan pejantan dan betinanya hingga diyakini adanya tanda-tanda kehamilan. Bila proses kehamilan gagal anda tidak perlu duka dan menyerah. Biasanya betina akan mengalami estrus, heat atau perasaan ingin kawin lagi.
  6. Awasilah proses perkawinan semoga anda yakin apakah berhasil atau tidak. Keberhasilannya biasanya ditandai dengan betina yang berguling-guling dan murka bila didekati oleh pejantannya.
  7. Betina akan berhenti mengeluarkan bunyi teriakan, berhenti berguling dan merintih kesakitan sebagai tanda kalau ia sudah tidak dalam masa birahi. Ini merupakan tanda awal bahwa proses ovulasi telah terjadi.
  8. Perhatikan juga apakah puting susunya membengkak dan menjadi berwarna merah jambu. Pada beberapa kucing, perubahan sanggup saja terjadi pada satu bulan pertama atau bahkan pada ahad ke enam.
  9. Kadang-kadang antara hari ke tiga dan empat, betina mengatakan tanda-tanda estrus, heat lagi lantaran perubahan hormon. Ini juga terjadi pada ahad ke enam dimana ia mulai mencicipi gerakan janin di dalam rahimnya. Saat ibarat ini, biasanya ia akan mencari daerah bersembunyi untuk melahirkan. Sediakanlah daerah yang damai dari gangguan kucing lain.
  10. Hitunglah asumsi masa melahirkannya. 59-68 hari merupakan masa kucing betina biasanya mengalami masa kehamilan. Untuk memudahkan menghitung waktu lahir anda hanya perlu mengingat dan mencatat tanggal atau kapan mereka paling sering kawin. Karena kemungkinan besar ketika itulah ovulasi terjadi.
  11. Terakhir, kalau kucing sudah pada proses melahirkan dan anda memikirkan untuk re-breeding atau mengawinkan lagi, selalu perhatikan dan jaga kondisi kesehatannya. Sebaiknya jangan tergesa-gesa mengawinkan betina yang sedang dalam masa laktasi atau menyusui dan membesarkan anak-anaknya. Anda sanggup mengawinkan kucing anda lagi sesudah anaknya disapih sekitar umur tiga bulan.
Tags:

Komentar dinonaktifkan: Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

Cara Memaster Lovebird Semoga Ngekeknya Lebih Bervariasi

Cara Memaster Lovebird Semoga Ngekeknya Lebih Bervariasi

T 28 June 2009 F A admin

Kalangan lovebird lovers sekarang cenderung menyukai burung yang mempunyai bunyi kicauan lebih bervariasi, dengan isian-isian yang menarik. Untuk mendapat lovebird dengan kualifikasi menyerupai itu, kita tidak dapat menunggu hingga burung mau mengeluarkan suaranya. Proses pemasteran semenjak dini juga sangat menentukan.... Selengkapnya

Jenis Burung Branjangan Yang Ada Di Indonesia

Jenis Burung Branjangan Yang Ada Di Indonesia

T 18 June 2009 F A admin

Burung Branjangan (Mirafra javanica) di Indonesia mempunyai huruf bunyi dan warna batikan yang berbeda-beda berdasarkan tempat asalnya masing-masing, ada yang berkarakter bunyi monoton dan bervariasi, dan ada juga yang bersuara ngebas atau mengkristal serta melengking. Corak batikan dan warna pada... Selengkapnya

Macam – Macam Burung Cinenen Yang Ada Di Indonesia.

Macam – Macam Burung Cinenen Yang Ada Di Indonesia.

T 9 April 2009 F A admin

Cinenen, burung kecil pemakan serangga yang sering disebut dengan prenjak mempunyai kekerabatan dengan jenis ciblek, sama – sama sering disebut dengan nama prenjak (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae) tetapi bergotong-royong prenjak masuk dalam kelas Genus Orthotomus,... Selengkapnya

+ SIDEBAR