Beranda » Uncategorized » Pengalaman Menjinakkan Kutilang Yang Masih Giras

Pengalaman Menjinakkan Kutilang Yang Masih Giras

T Diposting oleh pada 21 April 2009
F Kategori
b Comments Off on Pengalaman Menjinakkan Kutilang Yang Masih Giras
@ Dilihat 4 kali
Burung Kutilang termasuk burung yang layak dijadikan klangenan dirumah, walaupun orang pada umumnya memandang rendah burung kutilang, yang burung kemproh (jorok), burung rakus, burung kicauan perusak dll. Padahal burung kutilang yang sudah jadi, sanggup menyanyikan aneka macam isian bunyi burung lain, tidak kalah dengan burung cucak ijo.  (Baca juga: Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan Dan Betina)
 Burung Kutilang termasuk burung yang layak dijadikan klangenan dirumah Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras
Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras 
Berikut pengalaman menjinakkan burung kutilang yang dibeli dari sangkar ombyokan di pasar. Dengan harga pasaran 10.000 hingga 20.000 saja burung kutilang sudah sanggup kita bawa pulang untuk dirawat, sesampainya di rumah sehabis burung di pindahkan ke dalam sangkar, burung akan kaget dan selalu grabak-grubuk, dan biasanya burung akan malas ngoceh, kecuali suasananya sepi dan tidak ada orang biasanya burung kutilang akan curi – curi situasi untuk sekedar berbunyi, atau menyauti burung kutilang liar yang sedang lewat. 
Burung kutilang yang masih giras paruhnya akan selalu menerobos sela-sela jeruji sangkar yang mengakibatkan luka dan berdarah di sekitar pangkal paruhnya. Hal ini pastinya akan menciptakan pemiliknya merasa putus asa dan mungkin juga sanggup stres menghadapi burung kutilang yang selalu grabakan melihat manusia. Niat hati ingin menikmati kicauan dan tingkah menggemaskan burung kesayangan kita, malah kita yang jadi duka menyesali burung kita yang dipelihara masih liar sambil berharap burung kita akan cepat jinak dan gacor sepanjang hari. (Baca: Mengatasi Burung Kutilang Yang Mencabuti Bulu Akibat Over Birahi)
Kejadian ini niscaya pernah terjadi pada kita-kita semua termasuk penulis sendiri. Tetapi tidak ada sesuatu sanggup terjadi secara instan untuk burung sanggup cepat jinak dan gacor (kecuali memang memelihara burung tersebut dari anakan/lolohan, niscaya beliau akan jinak sehabis besar nanti). Saya pun pernah merasa stres melihat kelakuan burung kutilang saya yang saya beli dari materi yang selalu berdarah di sekitar paruhnya setiap kali saya membersihkan sangkar. Tetapi Alhamdulillah, dengan kesabaran dan ketelatenan saya merawat burung setiap hari, dalam waktu 2 bulan lebih, burung kutilang saya yang awalnya selalu giras dan tiada hari tanpa berdarah di sekitar paruhnya, alhasil beliau sanggup jinak dan jadi sangat manja dengan orang yang mendekat ke sangkarnya, paruhnya selalu dibuka, meminta disuapi makan, dan ocehannya pun menjadi bagus, bervariasi, dan rajin sehabis jadi jinak. 
 Burung Kutilang termasuk burung yang layak dijadikan klangenan dirumah Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras
Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras 
Jinak dalam artian disini ialah bahwa burung tersebut sudah terbebas dari tekanan hidup berdampingan dengan manusia. Karena beliau sudah sanggup terbebas dengan tekanan, beliau secara otomatis bebas pula dalam mengeluarkan ocehan-ocehan indahnya. (Baca juga: Cara Merawat Serta Meloloh Anakan Burung Kutilang)
 Burung Kutilang termasuk burung yang layak dijadikan klangenan dirumah Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras
Pengalaman Menjinakkan Kutilang yang Masih Giras 
Nah, berikut pengalaman dan hal-hal yang sering saya terapkan setiap hari dalam merawat kutilang saya sewaktu masih liar hingga sudah jinak, antara lain:
  1. Pada dikala kita mulai memilih-milih kutilang di dalam sangkar ombyokan, pantau burung yg makannya paling lahap dan mempunyai paruh yg agak tebal dan besar, sebab kutilang saya mempunyai paruh yang tebal dan besar, dan suaranya pun juga lantang dan keras.
  2. Pastikan pula dikala kita beli burung bahan, beliau sudah mau makan pur. Karena agak repot jikalau burung belum sanggup makan pur dengan pertimbangan suatu dikala kita pergi (misal pergi 2 hari kiprah di luar kota) dan buah yang kita beri cepat habis dilahap si burung, tak menutup kemungkinan burung akan kehabisan buah di sangkarnya dan sanggup mengakibatkan janjkematian sebab burung kelaparan. Tanyakan kepada penjual burung, apakah burungnya sudah makan pur atau belum, dan lihat juga di sangkar ombyokannya terdapat cepuk kawasan pur atau tidak. Kalau ada, besar kemungkinan burung materi tersebut sudah makan pur.
  3. Sesampainya di rumah, gantung saja sangkar di kawasan agak rendah dan ramai, kalau sanggup setinggi tubuh kita, semoga beliau sanggup cepat menyesuaikan dengan kehidupan kemudian lalang manusia. Kalaupun beliau grabakan, itu ialah hal yang masuk akal terjadi pada burung yang masih liar dan hal ini juga merupakan proses yang harus kita lalui dalam memelihara burung. Dan jangan melihati burung yang kita gantung rendah tersebut, sebab biasanya burung yang masih liar jikalau kita lihatin dia, beliau akan ketakutan. Biarkan saja, seperti kita lewat tanpa melihat burung tsb.
  4. Selalu rutin memandikan burung untuk mengurangi kegirasan atau keliaran burung tsb. Sebelum memandikan burung, keluarkan dulu kawasan makannya. Lalu mulailah semprot burung hingga berair kuyup dan sudah tak grabakan lagi, dan jemur letakkan sangkar di tanah di bawah sinar matahari. Ini dilakukan dengan tujuan, walaupun burung tsb hanya sanggup membisu kedinginan sambil mengibas bulu, kita sebagai insan yang kemudian lalang di dekatnya bukan merupakan ancaman berbahaya bagi si burung tsb. Nah, disaat kita menjemur burung, cobalah kita suapin burung tsb dengan pisang atau jangkrik pakai lidi yang agak panjang (kira-kira 40cm) dan jgn kependekan, sebab kalau singkatan burung tidak akan mematuk jangkrik atau pisang yg kita berikan. Kalau burung mau mematuk dan makan dari lidi, ulangi trus hingga burung merasa kenyang dan berhenti mematuk dan makan dari lidi. Ulangi hal ini setiap hari walaupun kita tidak ingin memandikan burung. Pendekkan penggunaan lidi yang kita gunakan dari hari ke hari. Lakukan hal ini setiap pagi, dan kalau sanggup setiap mau menyuapi burung, keluarkan dulu kawasan makannya.
  5. Kalau burung udah agak sanggup hening dan gak takut lagi jikalau didekati orang, coba kita beri ulat pribadi dari tangan kita, pertama berikan dulu 1 ulat, kalau beliau mau, kasih lagi. Dan jikalau beliau minta lagi, cobalah kita beri lagi tetapi dikala beliau mau mematuk ulat dari tangan kita, tarik ulatnya dan jgn hingga beliau dapat. Kita main-mainkan saja dulu, kalau beliau terus minta sambil klepek-klepekin sayapnya, sanggup dikatakan beliau sudah bergantung dengan kita. Nah, disini kita coba memasukkan tangan kita dan coba elus dada dan punggungnya. Kalau beliau menjulurkan lidahnya ambil menikmati elusan kita, sanggup dikatakan burung tsb sudah jinak dan siap menghibur setiap hari dengan kicauan indahnya. (ini merupakan pengalaman saya dikala burung saya mau jinak dan makan dari tangan langsung).
  6. Sabar. Ya, ini merupakan hal non-teknis yang harus kita miliki dalam menggapai sesuatu. Dulu saya jg pernah ingin melepas burung yg saya piara sebab saya sudah terlalu dibentuk frustasi. Tetapi saya coba terus sabar merawat kutilang saya sambil optimis kutilang saya akan jinak dan sanggup menghibur saya. Dan 2 bulan lebih waktu yang sudah saya habiskan untuk bersabar, hasilnya pun sanggup saya nikmati. Bukan hanya saya saja yang menikmati kicauan dan tingkahnya, tetapi keluarga sayapun menikmatinya setiap hari, bahkan tetangga saya jg menikmati kicauannya. Kan ada pepatah: “Semua itu akan indah pada waktunya”. Ya kan ??? hehehe.

Mungkin ini yang sanggup saya sampaikan wacana pengalaman merawat kutilang saya. Disini saya sama sekali tidak menyakiti burung, misalkan dengan memotong lidah, mencabut bulu secara paksa, dll. Bayangkan saja kalau bulu kaki kita dicabut paksa, bagaimana rasanya? Hehehehe….
Tetap jadikan wangsit Kicau Mania Indonesia.
Tags:

Komentar dinonaktifkan: Pengalaman Menjinakkan Kutilang Yang Masih Giras

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait Pengalaman Menjinakkan Kutilang Yang Masih Giras

Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan Dan Betina

Cara Membedakan Burung Kutilang Jantan Dan Betina

T 23 April 2009 F A admin

Di pucuk pohon cempaka, burung kutilang berbunyi.. bersiul, siul sepanjang hari, dengan tak jemu jemu mengangguk angguk sambil berseru, trililii lilii lililii… Masih ingat lagu ini ? yah.. benar judul lagu tersebut yaitu burung kutilang. Cucak Kutilang atau Kutilang yaitu... Selengkapnya

Perawatan Pada Burung Murai Watu Yang Mabung / Molting / Ngurak

Perawatan Pada Burung Murai Watu Yang Mabung / Molting / Ngurak

T 8 April 2009 F A admin

Burung Kicauan / Unggas akan mengalami siklus wajib pergantian / rontok bulu yang biasa disebut mabung / molting / ngurak. Biasanya proses mabung ini akan dialami setiap tahunnya sesuai dengan aktivitas siklus burung masing – masing. Dalam artian, contohnya anda ketahui... Selengkapnya

Ciri Perbedaan Burung Cililin Jantan Betina Muda Dan Dewasa

Ciri Perbedaan Burung Cililin Jantan Betina Muda Dan Dewasa

T 17 April 2009 F A admin

Para Kicau Mania di Indonesia menyebut bunyi burung cililin yakni burung master terbaik selain bunyi burung tengkek buto dan bunyi cerecetan burung gereja. Burung cililin atau crested jay merupakan anggota keluarga burung gagak, meskipun bentuknya tak menyerupai burung gagak pada... Selengkapnya

+ SIDEBAR